Loading...

Thursday, October 27, 2011

PRINSIP-PRINSIP DASAR PENDIDIKAN ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
Islam sangat mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan berkualitas, sehingga menghasilkan output yang berakhlak dan akhirnya menciptakan masyarakat yang beradab. Al-Ghazali mengungkapkan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Sayangnya, saat ini, institusi-institusi banyak yang mengabaikan visi ini, sehingga output yang dicetak lebih banyak berintelek daripada berakhlak.
Pendidikan saat ini lebih bersifat pragmatis, mengarah pada pendidikan yang mengejar kesuksesan materi daripada spiritual dan akhlak. Pendidikan dipandang secara ekonomis dan dianggap sebagai sebuah investasi. Gelar dianggap sebagai
tujuan utama, ingin segera dan secepatnya diraih supaya modal yang selama ini dikeluarkan akan menuai keuntungan.
Dalam makalah ini penulis mencoba berbagi dan mendeskripsikan prinsip-prinsip dasar pedidikan dalam Islam dengan sedikit melihat dalil-dalil naqli yang sudah ada dalam al-Qur’an maupun al-Hadits. Prinsip-prinsip ini yang harus diperhatikan untuk kembali pada tujuan pendidikan Islam yang sebenarnya.

  1. Rumusan Masalah
-          Apa yang dimaksud prisip pendidikan Islam?
-          Apa saja prinsip pendidikan Islam?


BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Prinsip Pendidikan Islam
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Online kata "prinsip" mempunyai pengertian dasar, asas yang menjadi pokok atau landasan berpikir[1]. Prinsip-prinsip ini menjadi patokan dalam melaksanakan sesuatu.
Sedangkan pendidikan Islam diartikan sebagai suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi islam, sehingga dengan mudah ia dapat membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran Islam.[2]
Abdul Mujib merumuskan pendidikan Islam sebagai prses transinternalisasi pengetahuan dan nilai Islam kepada peserta didik melalui upaya pengajaran, pembiasaan, bimbingan, pengasuhan, pengawasan, dan pengembangan potensinya, guna mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidupdi dunia dan akhirat[3].
Sederhananya, pendidikan Islam adalah proses Islamisasi karakter anak didik. Islamisasi karakter ini bisa melalui perorangn atu institusi.
Dari pengertian kata prinsip dan pendidikan Islam di atas, maka kami menarik kesimpulan bahwa prinsip pendidikan Islam adalah pegangan yang harus ada dalam proses islamisasi karakter tersebut. Dasar yang akan mengantarkan proses Islamisasi karakter ini pada tujuan yang diimpikan.





B.     Prinsip-Prinsip Dasar Pendidikan Islam
Dalam proses pendidikan Islam, ada dasar-dasar pemikiran yang harus diterapkan agar tercapai tujuan pendidikan Islam itu sendiri, yang diantaranya adalah;
  1. Prinsip Integrasi
Suatu prinsip yang seharusnya dianut adalah bahwa dunia ini merupakan jembatan menuju kampung akhirat[4]. Karena itu, mempersiapkan diri secara utuh merupakan hal yang tidak dapat dielakkan agar masa kehidupan di dunia ini benar benar bermanfaat untuk bekal yang akan dibawa ke akhirat. Perilaku yang terdidik dan nikmat Tuhan apapun yang didapat dalam kehidupan harus diabdikan untuk mencapai kelayakan kelayakan itu terutama dengan mematuhi keinginan Tuhan. Allah Swt Berfirman, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampung akhirat, dan janganlah kanu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi...” (QS. Al Qoshosh: 77). Ayat ini menunjukkan kepada prinsip integritas di mana diri dan segala yang ada padanya dikembangkan pada satu arah, yakni kebajikan dalam rangka pengabdian kepada Tuhan.
  1. Prinsip Keseimbangan
Karena ada prinsip integrasi, prinsip keseimbangan merupakan kemestian, sehingga dalam pengembangan dan pembinaan manusia tidak ada kepincangan dan kesenjangan[5]. Keseimbangan ini diartikan sebagai keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan[6]. Keseimbangan antara material dan spiritual, unsur jasmani dan rohani. Pada banyak ayat al-Qur’an Allah menyebutkan iman dan amal secara bersamaan. Tidak kurang dari enam puluh tujuh ayat yang menyebutkan iman dan amal secara besamaan, secara implisit menggambarkan kesatuan yang tidak terpisahkan. Diantaranya adalah QS. Al ‘Ashr: 1-3, “Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh.”.
  1. Prinsip Persamaan
Prinsip ini berakar dari konsep dasar tentang manusia yang mempunyai kesatuan asal yang tidak membedakan derajat, baik antara jenis kelamin, kedudukan sosial, bangsa, maupun suku, ras, atau warna kulit[7]. Sehingga budak sekalipun mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan. Nabi Muhammad Saw bersabda :”“Siapapun di antara seorang laki laki yang mempunyai seorang budak perempuan, lalu diajar dan didiknya dengan ilmu dan pendidikan yang baik kemudian dimerdekakannya lalu dikawininya, maka (laki laki) itu mendapat dua pahala” (HR. Bukhori).
  1. Prinsip Pendidikan Seumur Hidup
Sesungguhnya prinsip ini bersumber dari pandangan mengenai kebutuhan dasar manusia dalam kaitan keterbatasan manusia di mana manusia dalam sepanjang hidupnya dihadapkan pada berbagai tantangan dan godaan yang dapat menjerumuskandirinya sendiri ke jurang kehinaan. Dalam hal ini dituntut kedewasaan manusia berupa kemampuan untuk mengakui dan menyesali kesalahan dan kejahatan yang dilakukan, disamping selalu memperbaiki kualitas dirinya. Sebagaimana firman Allah, “Maka siapa yang bertaubat sesuadah kedzaliman dan memperbaiki (dirinya) maka Allah menerima taubatnya....” (QS. Al Maidah: 39)[8].


  1. Prinsip Keutamaan
Dengan prinsip ini ditegaskan bahwa pendidikan bukanlah hanya proses mekanik melainkan merupakan proses yang mempunyai ruh dimana segala kegiatannya diwarnai dan ditujukan kepada keutamaan-keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut terdiri dari nilai-nilai moral. Nilai moral yang paling tinggi adalah tauhid. Sedangkan nilai moral yang paling buruk dan rendah adalah syirik. Dengan prinsip keutamaan ini, pendidik bukan hanya bertugas menyediakan kondisi belajar bagi subjek didik, tetapi lebih dari itu turut membentuk kepribadiannya dengan perlakuan dan keteladanan yang ditunjukkan oleh pendidik tersebut[9]. Nabi Saw bersabda, “Hargailah anak anakmu dan baikkanlah budi pekerti mereka,” (HR. Nasa’i).



BAB III
PENUTUP

Prinsip Pendidikan Islam adalah patokan yang harus dipegang dalam proses islamisasi karakter anak didik. Setidaknya, ada lima prinsip dasar yang harus diperhatikan, yaitu prinsip integrasi, prinsip keseimbangan, prinsip persamaan, prinsip pendidikan seumur hidup, dan prinsip keutamaan.
Prinsip-prinsip ini yang nantinya akan membawa kesuksesan pendidikan Islam dalam ranah raktisnya. Dengan memegang pada dasar yang benar, maka akan sangat mungkin kita sampai pada tujuan yang benar pula.


DAFTAR PUSTAKA



Arifin, HM, Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum, (Jakarta: Bumi Aksara, 1991)

Mujib , Abdul, Jusuf Mudzakkir, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Kencana Pernada Media, 2006)

Hitami , Muznir, Mengonsep Kemali pendidikan islam, (Yogyakarta: Infnite Pess, 2004)

http://kamusbahasaindonesia.org/prinsip


[1] http://kamusbahasaindonesia.org/prinsip
[2] Arifin, HM, Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum, (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hal. 3-4
[3] Abdul Mujib, Jusuf Mudzakkir, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Kencana Pernada Media, 2006), hal. 28
[4] Muznir Hitami, Mengonsep Kemali pendidikan islam, (Yogyakarta: Infnite Pess, 2004) hal. 24
[5] Ibid. Hal. 26
[6] Abdul Mujib, Jusuf Mudzakkir, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Kencana Pernada Media, 2006), hal. 73

[7] Muznir Hitami, Mengonsep Kemali pendidikan islam, (Yogyakarta: Infnite Pess, 2004) hal. 27
[8] Ibid. Hal. 28
[9] Ibid. Hal. 30

2 comments:

  1. Wah makalahnya tentang dasar pendidikan Islam dari Anda sungguh lengkap dan menarik mas! Sangat membantu dalam mengerjakan tugas-tugas makalah saya. Terimakasih lho telah sharing.

    ReplyDelete