Loading...

Tuesday, May 18, 2010

HOW TO BE A READER

(inspired by Jonru work, Sekolah Online Gratis)

Hai, pa kabar? Semoga masih dalam lindungan kasih Tuhan, ya…Amin! Sobat…

Ada banyak hal yang kadang ingin kita lakukan, akan tetapi kita tidak pernah melakukannya. Entah karena tidak tahu bagaimana caranya, atau karena kita belum sempat melakukannya, atau karena kita merasa belum mampu untuk melakukannya. Padahal, kita sangat ingin lakukan itu. Salah satu adalah ingin membaca! Sering kita ingin membaca semua buku, ingin menguasai semuanya! Tapi sampai saat ini tak satupun buku yang kita baca.

Ada sebuah kisah, seorang anak bertemu dengan seorang aktor terhebat dan terkenal! Anak itu bilang “saya ingin sekali seperti anda! Menjadi aktor hebat dan dikenal banyak orang! Saya akan lebih baik dari anda!”

Beberapa tahun kemudian keduanya bertemu kembali. Sang Aktor bertanya kepada si anak “hai! Apa kabar? Gimana cita-citamu untuk jadi aktor? sudah berapa peran yang kamu mainkan?” si anak tertunduk dan menjawab”belum sama sekali!”

Saya yakin kita juga mau seperti aktor itu, sebagaimana si anak tadi! Akan tetapi, kebanyakan orang hanya berhenti sampai cita-cita saja, tak pernah berusaha untuk menggapainya. mereka selalu menunda-nunda waktu.

Kadang mereka beralasan “ Aduh, saya masih sibuk” atau “aduh, ilmu saya masih sedikit!” atau ada juga yang bilang “saya tidak tahu bagaimana memulainya!” Statement-statement ini seakan-akan adalah yang paling benar untuk kita. Padahal, statment itulah yang menjadikan mereka tak maju-maju.

Begitu juga dengan membaca. Banyak orang yang hanya berhenti pada keinginan untuk membaca. Akan tetapi mereka tak pernah menyentuh satu bukupun. Dengan alasan yang sama dengan diatas.

Lalu bagaimana seharusnya kita?

apa yang harus kita lakukan?

nah, mari kita bahas bareng-bareng…

Kapan kita mulai membaca? SAAT INI JUGA! Jangan pernah menunda waktu. Karena itu hanya akan memperlambat proses kita mencapai apa yang kita cita-citakan.

Masih ingat kisah di atas? Si anak tidak tidak jadi-jadi menjadi aktor, karena ia selalu berpikir “nanti saja”! “nanti saja setelah lulus SD saya akan berakting!” setelah lulus dia bilang lagi “nanti saja seteah lulus SMP!” lalu, setelah lulus dia bilang lagi “nanti sajalah, setelah lulus SMA!” dan setelah lulus SMA-pun masih bilang “ah, nanti dulu, masih banyak tugas!”. Jika kita seperti itu juga, maka yakinlah bahwa kita tidak akan pernah bisa menggapai apa yang kita-cita-citakan! Apapun itu! Termasuk juga dengan keinginan untuk membaca.

Apa yang harus kita baca? Karena, kadang maunya kita ingin membaca semuanya. Ingin menguasai semuanya! Bacalah apa yang kita sukai. Kita suka novel, ya baca novel. Kita suka komik, ya baca komik! (Jangan berpikir bahwa komik itu tidak layak kit abaca, karena kita mahasiswa! Karena buku apapun itu, memiliki nilai lebih dari diri kita yang seharusnya kita miliki!)

O ya, kamu tahu? Awalnya aku tidak suka baca buku, tapi kemudian (waktu aku masih nyantri di pondok) ada temen yang membawa buku-buku karya Freddy S (tau gak siapa dia, Freddy S itu adalah salah satu pengarang buku cerita seks dewasa yang sangat banyak diminati oleh kaum muda, termasuk aku tentunya! He he he…). Aku nyoba baca-baa buku itu. Ternyata asyik! Dan menegangkan! (He he he…) Sejak saat itu, aku mulai suka baca buku, meskipun itu buku porno! Tapi justru dari situlah kemudian aku mulai beralih pada komik, lalu novel dan sekarang buku-buku ilmiah. Kalau kita membaca bacaan yang tidak kita sukai, Percayalah kita akan nguuaantuk dan gak semangat!

Trus, terkadang, ada banyak orang yang ingin langsung membaca bacaan yang tinggi, biar keren katanya! Itu salah! Mulailah kita membaca dari hal-hal yang simple dan mudah dimengerti. Mulailah dari yang terkecil! Otak itu, tidak bisa langsung pintar! Harus ada proses! Dan proses situ harus dimulai dari yang paling rendah hingga yang paling kompleks, dengan kata lain sistematis!

Bagaimana kita membaca? Ya baca saja! Untuk awalnya mungkin kita tak perlu menganalisis buku yang kita baca! Tinggal baca saja. Mengerti atau tidak! Paham atau tidak paham! Yang penting baca! Karena, meskipun hari ini kita tidak mengerti, percayalah bahwa suatu saat kita akan mengerti dengan sendirinya.

Dulu aku tidak mengerti apa yang dimaksud dalam buku-buku Freddy S itu, yang aku baca waktu itu hanyalah alur ceritanya yang indah dan hemmmmm…! hehehe… tanpa mengerti apa makna sebenarnya dari buku itu. Tapi, sekarang akhirnya aku paham, bahwa itulah budaya manusia saat ini, itulah hal yang harus kita jauhi, itulah hal yang dapat menghancurkan kita. Jadi sobat, baca saja!

Tapi, biasanya, kita akan lebih ssuka membaca ketika kita paham akan arti dan inti dari apa yang kita baca, untuk melakukan hal ini, kita harus menggunakan otak kiri kita, menganalisis isi bacaan itu. Pertama, kita cari tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis, pahami kalimatnya, paragrafnya! Kita mungtkin tidak langsung menangkap pesan buku itu. Ulangilah beberapa kali! Aku sendiri gak langsung paham kalau hanya sekali baca. Aku butuh setidaknya tiga kali membaca untuk menangkap pesan kalimat atau paragraf dalam sebuah buku. Setelah itu, kita bandingkan dengan realita yang ada dan pandangan dari penulis lain dan pandangan kita sendiri tentunya. Setuju gak kita dengan pendapat yang ada di buku? Otak itu tidak seperti kaleng yang langsung bisa kita isi begtitu saja! Tapi, otak itu laksana pisau yang semakin diasah semakin tajam.

Dimana kita harus membaca? Dimana saja! Yang penting, kita bisa konsentrasi dalam membaca. Tapi memang ada tipe-tipe orang tertentu yang kalau tidak tempat-tempat tertentu mereka tidak bisa membaca. Tapi, untuk kita, tak ada tempat yang idak bisa digunakan untuk membaca. Bacalah dimana saja! Kebun, taman, kelas, angkot, kamar tidur, kamar tamu, atau di kamar mandi sekalipun! (tapi sayang, kata Islam itu gak boleh).

Bagaimana kalau kita tidak punya banyak waktu untuk membaca? Gampang saja, gunakan waktu luang yang ada, membaca tidak harus memakan banyak waktu! saat mau tidur, dalam angkot, saat istirahat, saat menunggu sesuatu, saat dikelas gak ada dosennya, dan saat saat yang lain (termasuk saat pacaran tentunya! He he he…), yang sekiranya memungkinkan untuk kita membaca.

Cara lain, kita akali dengan prinsip “pacaran ilmiah”. Pacaran dengan buku! Kemanapun kita pergi, gandenglah buku. Buku apa saja! Jangan pikirkan apakah buku itu akan sempat dibaca atau tidak nantinya. Yang penting gandeng saja! (ne prinsipku!) karena, ketika kita membawa buku, meskipun kita tidak niat untuk membacanya, tapi ketika kita tidak ada kerjaan maka kita akan melirik buku itu. Lebih baik kita banyak buku meski tidak dibaca, dari pada tidak punya sama sekali.

Jadi kawan, mulailah membaca sejak detik ini! Bacalah apa yang kita suka dan yang gampang-gampang saja! Tak usa melirik kawan kita yang bacaannya tinggi-tinggi! Dan jangan lupa, bawalah buku kemanapun kita pergi! Jadiakan ia kekasih kita!

Good Luck!

Quote:

“Orang yang merasa dirinya sibuk, adalah orang yang tak punya kesibukan sama sekali”

(kita merasa sibuk, karena kita menyibukkan diri)

“kita tidak perlu hebat untuk memulai, tapi mulailah agar kita bisa menjadi hebat!”

A book is like a beautiful garden in our pocket!

انما الاعمال با لنية

(awali niat membaca kita dengan ingin tahu lebih dalam kebesaranNya! Jangan karena kita ingin pintar atau apalah! Karena semua itu hanyalah konsekuensi dari apa yang kita kerjakan. Ingat! Tuhan tidak menciptakan manusia kecuali untuk mengabdi kepadaNya! Ma halaqna al-jinna wa al-insan illa li ya’budun)

اقرأ بسم ربك الذي خلق!

No comments:

Post a Comment