Loading...

Saturday, April 10, 2010

KONSEP UMUM IAD-IBD-ISD

PENDAHULUAN

Materi kuliah Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Sosial Dasar merupakan materi yang sangat penting bagi par mahasiswa untuk memahami eksistensi dan esensi manusia dan alam semesta, sebagai satu kesatuan yang takterpisahkan.
Pengertian umum dan dasar tentang ketiganya merupakan pintu awal untuk lebih memahaminya dan merupakan ta’arruf ilmiah antara mahasiswa dengan ketiga materi tersebut.
Ketiga materi diatas berkaitan erat dengan masalah kemanusiaan dan kealaman. Ia merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk menyelami dunia sosial budaya dan ilmiah.

A. Konsep Umum Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

1. Kuriositas Dan Akal Budi
Rasa ingin tahu makhluk lain lebih didasarkan oleh naluri (instinct) /idle curiosity naluri ini didasarkan pada upaya mempertahankan kelestaraian hidup dan sifatnya tetap sepanjang zaman. Manusia juga mempunyai naluri seperti tumbuhan dan hewan tetapi ia mempunyai akal budi yang terus berkembang serta rasa ingin tahu yang tidak terpuaskan. Karena, ketika salah satu problem terselesaikan maka problem lain telah menunggunya. Akal budi manusia selalu haus akan pengetahuan, dan ia mendorong manusia untuk melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mendapatkan jawaban pertanyaan yang muncul dalam dirinya.
Kegiatan yang timbul dari rasa ingin tahu inilah yang mrndorong berkembangkan pemikiran manusia, mulai dari fase teologi, metafisis, dan positive .

2. Lahirnya Ilmu Alamiah
Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi suatu pengalaman. Pengalaman yang diperoleh terakumulasi oleh karena adanya kuriositas manusia. Pengalaman merupakan salah satu terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman akan bertambah terus seiring berkembangnya manusia dan mewariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Pertambahan pengetahuan didorong oleh pertama untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakekat alam dan isinya kedua, dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Dorongan pertama melahirkan Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science) sedang dorongan kedua menuju Ilmu Pengetahuan Terapan (Aplied Science)

3. Kreteria Ilmiah
Pengetahuan masuk kategori Ilmu Pengetahuan, bila kriteria berikut dipenuhi yakni : teratur, sistemastis, berobyek, bermetode dan berlaku secara universal.

4. Metode Ilmiah Dan Implementasinya
Segala kebenaran dalam ilmu Alamiah terletak pada metode ilmiah. Sebagai langkah pemecahan atau prosedur ilmiah dapat sebagai berikut :

1. Penginderaan, merupakan suatu aktivitas melihat, mendengar, merasakan, mengecap terhadap suatu objek tertentu.
2. Masalah dan problema, menemukan masalah dengan kata lain adalah dengan mengemukakan pertanyaan apa dan bagaimana.
3. Hipotesis, jawaban sementara terhadap pertanyaan yang kita ajukan.
4. Eksperimen, dari sini ilmu alamiah dan non ilmu alamiah dapat dipisahkan. Contoh dalam gejala alam tentang serangga dengan lampu (sinar biru)
5. Teori, bukti eksperimen merupakan langkah ilmiah berikutnya yaitu teori. Dengan hasil eksperimen dari beberapa peneliti dan bukti-bukti yang menunjukkan hasil yang dapat dipercaya dan valid walaupun dengan keterbatasan tertentu. Maka disusun teori. Dengan teori-teori yang dikemukakan maka dapat diaplikasikan terhadap kebutuhan manusia seperti pengusiran serangga atau perangkap nyamuk (terkait dengan teori pencahayaan..\..\..\..\Myebook\harun yahya\Presentasi\Presentasi_harunyahya_eng\gecko_eng

5. Keterbatasan Ilmu Alamiah
Untuk itu perlu dilakukan pengujian sampai dimana berlakunya metode ilmiah dan dimana metode ilmiah tidak berlaku. Untuk itu kita perlu memperhatikan :
Pertama, Bidang ilmu Alamiah, yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah metode ilmiah, karena bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah dapat diterapkan, sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana dimana metode ilmiah tidak dapat terapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan tuhan merupakan konsep yang tidak bisa menggunakan metode ilmiah dan apabila menggunakan konsep ini bisa menyebabkan orang Atheis.
Kedua, tujuan ilmu Alamiah, membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah hanya dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara dengan kata lain untuk kebenaran sementara adalah "Teori". Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi terus mengalami perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat)
Ketiga. Ilmu alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan . Manusia pemakain ilmu alamiahlah yang menilai apakah hasil Ilmu Alamiah baik atau sebaliknya. Contoh penemuan mesiu atau bom atom.

6. Ruang Lingkup IAD
IAD membahas tentang Alam semesta dan tata surya. Mulai dari bagaimana alam raya ini terbentuk sampai bagaimana adanya awal mula kehidupan di bumi ini. Dengan memakai teori-teori yangf telah dikemukakan oleh para ilmuan, termasuk di dalamnya teori big bang yang sangat terkenal itu.

B. Konsep Umum Ilmu Sosial Dasar
1. Ilmu-Ilmu Sosial
Sumber semua olmu pengetahuan baik ilmu alam atau ilmu sosial adalah ilmu filsafat yang kemudian lahirlah tiga cabang ilmu pengetahuan, Natural Sciences ( ilmu-ilmu alamiah ), seperti: fisika. Kimia, biologi dll. Sosial Sciences (ilmu-ilmu sosial ), seperti: sejarah, sosiologi, ekonomi. Humanitas ( ilmu budaya ), seperti: bahasa, agama, dan juga seni
Ilmu sosial sendiri berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia dalam era pembangunan di Indonesia, dan wujud dari perkembangan ilmu sosial di Indonesia dapat kita lihat dari didirikannya Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta, didirikannya Balai Perguruan Tinggi gajah Mada yang mempunyai dua fakultas yaitu Fakultas Sastra dan Fakultas Sosial, serta didirikannya Akademi Kepolisian .

2. Ilmu Pengetahuan Sosial
Dalam dunia pengajaran, ilmu-ilmu sosial telah mengalami perkembangan sehingga timbullah Ilmu Pengetahuan Sosial. Paham studi sosial ini dipergunakan bagi keperluan pendidikan dan pengajaran dan menjadi satu disiplin ilmu yang mandiri.

3. Ilmu Sosial Dasar ( ISD )
Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) adalah suatu program pembelajaran baru yang dikembangkan di Perguruan Tinggi. ISD ini dipergunakan dalam pendekatan sekaligus sebagai srana jalan keluar dari masalah-masalah sosial yang ada di kehidupan masyarakat.
Dengan dipilihnya ISD sebagai Mata Kuliah Umum Dasar ( MKDU ) di setiap perguruan tinggi negeri khususnya, tidak berarti bahwa pengantar ilmu sosial harus hilang dari kurikulum.

3.1 Latar Belakang Munculnya ISD
Latar belakang ISD sendiri dimulai sejak terjadinya kritik-kritik yang ditujukan kepada system pendidikan di Perguruan Tinggi oleh sejumlah cendekiawan, mereka (para cendekiawan) menganggap pada saat itu system pendidikan yang berlangsung adalah warisan dari pemerintah kolonial Belanda yang merupakan kelanjutan dari politk balas budi (etische politic) yang diajukan oleh Conrad Teddore.

3.2 Ruang Lingkup Pembahasan ISD
Ada dua masalah yang dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah ISD, yakni berbagai aspek pada kenyataan yang merupakan masalah sosial dan berbagai golongan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan dan pola tingkah laku sendiri-sendiri, akan tetapi memiliki banyak persamaan dalam pola pemikiran dan tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan maupun hubungan kerjasama dalam masyarakat itu sendiri
Sedangkan dengan diadakannya perkuliahan Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) mahasiswa diharapkan dapat mempelajari dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan. Mempelajari dan menyadari adanya masalah-masalah individu, keluarga, dan masyarakat. Mempelajari hubungan antara warga Negara dan Negara, serta mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.


C. Konsep Umum Ilmu Budaya Dasar
1. Latar Belakng Munculnya Ilmu Budaya Dasar
IBD bermula dari kritik yang diberikan sejumlah cendikiawan mengenai system pendidikan bangsa kita yang dinilai sebagai warisan sistem pendidikan belanda pada masa penjajahan dan warisan tersebut merupakan kelanjutan dari politk balas budi (etische politic) yang diajukan oleh Conrad Teddore .
Diakui secara umum bahwa kebudayaan merupakan unsur penting dalam proses pembangunan suatu bangsa, pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur, yang merata materiel dan spiritual berdasarkan pancasila.dan pembangunan seharusnya mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia, yang berkepribadian utuh dan memiliki moralitas dan integritas sosial yang tinggi.
Bangsa Indonesia dihadapkan pada tiga masalah yang saling berkaitan, yaitu :
a. kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, dengan latar belakang sosial yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan sikap yang mampu mengatasi ikkatan primordial yaitu kesukuan dan kedaerahan.
b. Pergeseran system nilai budaya dan sikap yang mengubah masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang dikarenakan oleh pembangunan. Dengan demikian, pergeseran nilai itu telah membawaakibat jauh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
c. Kemajuan dalam bidang teknolog komunikasi massa dan transportasi, membawa membawa pengaruh terhadap intensitas kontak budaya antarsuku maupun kebudayaan luar. Terjadinya kontak budaya tersebut dapat menyebabkan lberubahnya orientasi budaya yang terkadang menimbulkan terhadap tata nilai masyarakat, yang sedang membangun jatidirinya sebagai bangsa.
2. Tujuan Umum Ilmu Budaya Dasar
IBD muncul dalam rangka menumbuhkan dan membangun kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan berpikirnya yang menyangkut diri sendiri sebagai manusia, menyangkut orang lain maupun tentang alam sekitarnya.

3. Ruang lingkup IBD
IBD berbicara mengenai berbagai aspek kehidupan yang mengungkap masalah humanitas dan kultur. Serta membahas hakikat manusia yang satu atau universal, tetapi beragam perwujudannya dalam setiap zaman dan tempat.
Dalam masalah ini tampak bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya menjadi subjek tapi juga menjadi objek. Dan disini dapat disimpulkan bahwa manusia ada sebagai mahluk berbudaya, dan IBD sendiri merupakan suatu masalah yang tidak mungkin terlepas dari masalah-masalah manusia dan kebudayaannya.

BAB III
PENUTUP

Secara garis besar, dapat ditarik kesimpulan bahwa IAD, ISD dan IBD adalah tiga ilmu yang saling berkaitan, karena yang menjadi pokok bahasannya adalah tentang alam, manusia dan alam, sert manusia dengan manusia dan kebudayaannya.
Ketiga ilmu tersebut muncul dari fenomena-fenomena yang pernah terjadi dalam kehidupan manusia dan alam raya ini. Yang bertujuan membentuk kepribadian mahasiswa yang lebih peka terhadap kejadian social dan alam sekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA

• Aly, Abdullah -Ir.Eny Rahma, Ilmu Alamiah Dasar, , Jakarta : Bumi Aksara, 1996

• Mawardi-Ir. Nur Hidayati, Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu
Budaya Dasar, cet. Ke- III Bandung : Pustaka Setia, 1994

• Mawardi-Ir. Nur Hidayati, Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu
Budaya Dasar, cet. Ke- IV Bandung : Pustaka Setia, 19

• Mawardi-Ir. Nur Hidayati, Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu
Budaya Dasar, cet. Ke- V Bandung : Pustaka Setia, 2007

No comments:

Post a Comment