Loading...

Saturday, April 10, 2010

Pranata Sosial

PENDAHULUAN
Di antara kita mungkin sudah ada yang telah mengenal apa itu pranata, namun walaupun di antara kita telah yang mengenalnya, kami akan mencoba mengulas kembali tentang pranata tersebut. Supaya kita akan lebih menambah wawasan yang lebih banyak lagi tentang pranata itu.
Pranata sosial merupakan wadah yang memungkinkan untuk berinteraksi menurut pola prilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku di sekitarnya. Namun manusia dapat melakukan banyak aktivitas atau berinteraksi dengan individu-individu. dan Manusia selalu dapat melakukan banyak tindakan antar individu dalam rangka hidup bermasyarakat.
Di antara semua tindakan yang berkelompok perlu diadakan antara tindakan-tindakan yang dilaksanakan menurut pola-pola yang tidak resmi. Sistem-sistem yang terjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat untuk berinteraksi menurut pola-pola resmi dalam ilmu ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata. Dan akan lebih jelasnya kami akan membahas dalam bab-bab berikutnya.

A. pengertian pranata sosial
Pranata sosial adalah wadah yang memungkinkan masyarakat untuk berinteraksi satu sama lain menurut pola prilaku yang sesuai dengan norma- norma yang berlaku di masyarakat sekitarnya. Menurut Horton dan hunt pranata sosial dalah merupakan adalah suatu hubungan terorganisir yang memperlihatkan nilai-nilai dan prosedur-prosedur yang sama, dan yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar tertentu dalam masyarakat . Seperti contoh: sekolah adalah sebagai lembaga sosial yang di dalamnya mempunyai aturan-aturan, sehigga dalam proses belajar mengajarnya berjalan dengan baik. Begitupula seperti lembaga masyarakat misalnya bank yang mempunyai aturan tersendiri, dan karyawan-karyawannya bertindak sesuai dengan aturan aturan yang berlaku di lembaga tersebut.
Kemudian manusia melakukan banyak tindakan interaksi antar individu dalam rangka hidup bermasyarakat. Di antara semua tindakannya yang berpola, perlu di adakan perbedaan antara tindakan-tindakan yang di laksanakan dengan pola-pola yang resmi, sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu berinteraksi dengan pola-pola yang resmi, dalam ilmu sosiologi dan antroplogi bisa di sebut pranata.
Pranata dan suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian tindakan yang berpola dengan mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat. Konsep pranata atau instution telah lam berketimbang di pergunakan dalam ilmu sosiologi, dan merupakan suatu konsep dasar yang di uraikan secara panjang lebar dalam banyak buku mengenai ilmu tersebut, sebaliknya dalam ilmu antropologi konsep pranata kurang di perankan.

B. Pranata dan lembaga
Dalam bahasa sehari-hari istilah institution sering dikacaukan dengan istilah institute. Dalam bahasa Indonesia pertukaran arti juga terjadi. Istilah Indonesia untuk institut adalah “lembaga” maka sesuai dengan itu dalam surat kabar dan bahasa popular di Indonesia sering kita baca istilah “dilembagakan”. Padahal antara “pranata” dan “lembaga” harus diadakan perbedaan secara tajam. Pranata adalah system norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktifitas masyarakat yang khusus, sedangakan lembaga atau institute adalah badan atau organisasi yang melaksakan aktivitasnya.
Lembaga sosial (social institution) mengandug pengertian adanya betuk yang sekaligus juga mengandung pengertian yang anstrak sekaligus norma-norma dan aturan-aturan tertentu yang menjadi ciri lembaga kemasyarakatan. . tokoh lain, R. M. Mcliver dan C. H Page, menjelaskan lembaga kemasyaraktan adalah tata cara atau prosedur yang diciptakan untuk mengatut anatar hubungan manusia yang berkelompok dalam suatu lembaga kemasyaraktan yang disebut dengan asosiasi.
Kenyataan menunjukkan bahwa lembabaga kemasyaraktan itu tak dapat dipisahkan adanya dari kelompok manusia. Dan bahkan juga merupakan bagian dari kebudayaan, dengan demikian ” lembaga” mengandung dua hal yaitu: pertama perangkat norma atau aturan dan satu sistem hubungan sosial, sehingga norma-norma tersebut dipraktekkan diwujudkan
Menurut Soekanto (2002 :1997) secara umum lembaga kemasyarakatan itu untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Ia mengatakan bahwa pada dasaranya lembabag kemasyaraktan mempunyai beberapa fungsi antara lain:
a. memberikan pedoman pada masyarakat, bagaimana bertingkah laku, bersikap didalam menghadapi masalah dalam masyarakat. Terutama yang mengatur kebutuhan menyangkut kebutuhan
b. menjaga kebutuhan masyarakat.
c. Memberikan pegangan kepada masyaarakat untuk mengadakan sisitem pengendalian sosial (sosial control). Artinya sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya

C. Macam-macam pranata sosial
a. Pranata yang berfungsi untuk memenuhi keperluan kehidupan kekerabatan, yaitu yang sering disebut kinship atau domistic institution perkawinan, tolong menolong anatar kerabat, pengasuhan anak-anak, sopan santun antar kerabat, sistem istilah kekerabatan dsb.
b. Pranata-pranata yang berfungsi untuk memenuhi keperluan manusia dan untuk tata pencaharian hidup, memproduksi menimbun, menyimpan, dan mendistribusikan hasil produksi dan harta pertanian, peternakan, pemburuhan, koperasi, penjualan, penggudangan, perbankan dsb. Feodalisme sebagai suatu sistem hubungan antara pemilik tanah dan penggarap tanah, yang pada hakikatnya mengakibatkan suatu produksi dari hasil tani yang dapat dianggap suatu pranata ekonomi, tetapi sehingga suatu sistem hubungan antara pihak berkuasa dan pihak rakyat sebagai suatu pranata politik.
c. Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi keperluan ilmiah menyelami alam semesta disekelilingnya adalan scientific institution. Teologi ilmiah penelitan, pendidikan ilmiah, dsb.
d. Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk menghayatkan rasa keindahannya dan untuk rekreasi adalah westhesic and recreacional institution. Kom/seni rupa, seni suara, seni gerak, seni drama, kesusastraan olahraga dsb.
e. Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk berhubungan dengan berbakti kepada tuhan atau dengan alam ghaib, adalah relegius institution. Com/doa, kenduri, upacara, semedi, bertapa, penyiaran agama, pantangan, himbauan, ilmu dukun dsb.
f. Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk mengatur dan mengelola keseimbangan keksuasan dalam kehidupan dalam masyarakat, adalah political institution com/pemerintahan, demokrasi, kehakiman, kepartaian, kepolisian, ketentaraan dsb.
g. Pranata-pranata yang berfungsi keperluan fisik dan kenyamanan hidup manusia adalah, sociatic institution, com/pemeliharaan, kecantikan, kesehatan, kedokteran, dsb.
Penggolongan tersebut diatas tentu tidak lengkap karena tidak mencakup segala macam pranata yang mungkin ada dalam masyarakat. Kalau dipikirkan secara mendalam dan obyektif maka hal-hal seperti kejahatan banditisme pencurian dsb juga merupakan pranata sosial.
Kemudian penggolongan pranata sosial ada beberapa macam yakni:
1. pranata ekonomi (memenuhi kebutuhan material) bertani industri, bank, koperasi dsb.
2. pranata sosial / memnuhi kebutuhan sosial misalnya ; perkawinan, keluarga sistem kekerabatan pengaturan keturunan.
3. pranata politik atau jalan alat untuk mencapai tujuan bersama dalam hidup bermasyarakta, seperti sistem hokum, sistem kekuasaan, partai, dan wewenang pemerintahan.
4. pranata kepercayaan dan agama kebutuhan spiritual seprti upacara, semidi, tapa, zakat, infaq.
5. pranata pendidikan/ memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti BBM, sistem pengetahuan, aturan, kursus, pendidikan keluarga ngaji.
6. pranata kesenian/ memenuhi kebutuhan manusia akan keindahan, seperti seni suara, seni lukis, seni patung, seni drama, dsb.

D. Fungsi pranata
Pranata-pranata yang berfungsi memenuhi keperluan penerangan dan pendidikan manusia, supaya menjadi anggota masyarakat yang berguna/ pengasuhan anak-anak, pendidikan rakyat, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, pemberantasan buta huruf, pendidikan keamanan, pers, perpustakaan umum dsb. Begitu pula dengan adanya suatu lembaga yang ada di masyarakat mengalami suatu fungsi yakni memfungsikan suatu lembaga-lembaga yang ada, semisal sekolah, masjid, musholla, dan lembaga lainnya. Dan di antara beberapa lembaga tersebut di atas dapat berfungsi sebagai tempat untuk mengelompokkan masyarakat untuk di beri bimbingan, supaya masa depannya tidak memburuk.

Kesimpulan

Dari beberapa pembahasan di atas kami dapat menyempulkan bahwa pranata adalah suatu wadah yang memotivasi masyarakat untuk berinteraksi menurut pola prilaku yang sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.
Ada beberapa macam pranata salah-satunya adalah pranata yany berfungsi untuk memenuhi kepentingan hidup bermasyarakat, pranata yang berfungsi untuk keperluan untuk pencaharian hidup, memproduksi, menyempan. dsb
sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian suatu tindakan yang berpola tetap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat.
Adapula penggolongan pranata sosial
-pranata ekonomi/ memenuhi kebutuhan material.
-pranata sosial/ memenuhi kebutuhan sosial
-pranata politik/ jalan atau alat untuk mencapai tujuanbersama dalam hidup bemasyarakat.
-pranata pendidikan/ memenuhi kebutuhan pendidikan.
-pranata kesenian/ memenuhi kebutuhan manusia akan keindahan dsb.



DAFTAR PUSTAKA

http// massofa, wordpress.com/2007/12/14/pert-9/
asy’ri imam, pengantar sosiologi, usaha nasional, Surabaya.
Koentjaningrat, pengantar ilmu antropologi, renika cipta, Jakarta, 1990
Basrowi Muhammad, soenjono, memahami sosiologi, lutfan sah, media utama, 2004

No comments:

Post a Comment